Pandu Ibuku

B. PENTINGNYA MEMBACA HAFAL 99 ASMAUL HUSNA

PENGANTAR (2) •Bahwa bisa Hafal Asmaaul Husna di luar kepala itu menjadi kebisaan yang cukup pokok bagi kaum muslimin. Pernyataan ini tidaklah mengada-ada karena buat siapa saja yang menjaga Asmaaul Husna telah dijanjikan oleh Alloh masuk surga melalui hadist: “Sesungguhnya Alloh mempunyai 99 asma. Seratus kurang satu. Siapa yang menjaganya maka dia masuk surga.” (HR Bukhori 2736, Muslim 2677, Ahmad 7493). Ada pun maksud dari kata menjaga adalah: menghafalnya, merenungkannya dan mengamalkan kandungan maknanya. •Ada beberapa cara untuk menghafal 99 asma itu. Di antaranya dengan menjadikannya suatu  barisan lirik-lirik yang berlagu, dan ada pula yang memakai cara menghafalkan teks Asmaaul Husna itu secara langsung, dan beberapa cara yang lain. Dan setiap individu bisa memilih caranya sendiri-sendiri demi untuk mempermudah dan mempercepat menghafalkannya. •Untuk hal ini Penulis memilih cara yang diperkenalkan oleh Bapak Prof. Dr. H. Imam Khasani yang pada bulan Desember 2007 menjadi Ketua Yayasan Masjid LIPI Bandung, yaitu dengan cara mengelompokkannya ke dalam 22 kelompok yang lebih nyata. Dengan begitu penghafalannya akan lebih terstruktur dan menjadikannya lebih mudah. •Dan untuk lebih mempermudah lagi, pada rangkaian beberapa Asmaaul Husna yang panjang, Penulis memecahnya lagi dengan tanda garis pendek-pendek miring, kecuali pada Halaman 2 karena untuk Halaman 2 ini pada umumnya Pembaca sudah hafal. Terjemahannya yang berada di kolom kiri pun juga dipecah sesuai dengan tulisan Arabnya.

•Semoga Pembaca memahami semua apa yang dimaksud dan dituju oleh Penulis sehingga tidak sia-sialah metoda penghafalan Asmaaul Husna ini diperkenalkan. • •Wassalamualaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh.